herrybsancoko

Kumpulan tulisan

NGONGGRONG

Leave a comment

Dulu ketika masih kecil, masih ingat sikap ibukku saat adikku nangis keras-keras minta dibelikan mainan.  Setelah diterangkan baik-baik bahwa mainanbarang yang diminta itu mahal dan tidak begitu berguna, tapi adikku malah makin ngotot dan mengeraskan tangisnya.  Saat itu kami lagi berada di sebuah toko dan jadi tontonan banyak orang. Adikku sejak kecil memang kemauannya keras. Kalau keinginannya nggak dituruti ujung-ujungnya nangis keras-keras.  Biasanya ibu atau aku biasa “nylimurke” kemauannya.  Kalau gagal dibiarkan saja dia nangis sampai capek sendiri dan akhirnya juga berhenti.
 
Tapi saat di toko, reaksi ibuku amat mengejutkanku.  Bukannya meminta dengan keras agar adikku berhenti nangis, tapi malah bilang gini:
 
“Byuh, nggianthenge. Sing banter meneh nek nangis.  Cah pinter kok. Dhik wingi luwih banter. Ndang sing luwih banter meneh. Ben wong sak pasar krungu kabeh,” kata ibuku dengan datar.
 
Lho, kok gitu? Aku was-was bila adikku nangisnya tambah keras. Bisa-bisa ditambahi dengan gulung-gulung, nyepak-nyepak dan gedruk-gedruk.
 
Tapi reaksi yang kulihat malah sebaliknya. Adikku malah berkurang nangisnya dan clingukan.  Seperti malu. Aku jadi tertawa geli sendiri dalam hati.
 
Mulai saat itu aku belajar carane ngonggrong adikku. Teori “nggonggrong” atau “nglulu” atau “ngujo” – dalam bahasa psikologi mungkin termasuk sebagai “Reverse Psychology”, ternyata sangat efektif bila digunakan pada saat tepat.  Bila tidak tepat, bisa-bisa malah jadi “onggrongan”.  Adikku bakal nangis melebihi kewajaran secara disengaja. Vulgarisme jadinya.
 
Ketika kota Ponorogo membangun banyak monumen reyog dan monumen-monumen lain, yang tentunya berutujuan untuk melestarikan budaya reyog.  Namun ternyata banyak orang mengkritik dan menyebut kota Ponorogo sebagai kota berhala. Tapi saat Malaysia mengklaim kesenian reyog banyak orang protes seperti kebakaran jenggot.
 
Di Yogya, kadang terlihat pencari uang receh menarikan tari jathilan di perempatan jalan demi kebutuhan perutnya.  Tidak banyak orang peduli dengan kesenian jathilan selama ini. Tapi setelah Gubernur Jawa Tengah mengkritik kesenian rakyat itu, banyak orang marah-marah membela kesenian rakyat yang sudah lama memang terbengkalai itu.
 
Bisakah jika kita bilang bahwa sikap pemerintah kota Ponorogo dan Gubernur Jawa Tengah itu sebenarnya “ngonggrong” kita?
 
Teori ngonggrong itu tidak akan mengena pada semua orang.  Beberapa golongan orang tertentu bahkan tidak menanggapi “onggrongan” itu. Hanya orang dengan ego sensitive biasanya teori ini banyak mengena.  Atau orang yang merasa jadi boss dan nggak suka diperintah langsung akan merespon onggrongan.  Atau kelompok orang-orang yang senang ngeyel tapi tidak tahu apa sebenarnya yang dieyelkan.  Pokokke ngeyel. Atau kelompok orang yang judgementnya tertutup oleh kabut emosi.
 
Teori ngonggrong amat runyik untuk secara efektif diterapkan.  Harus pandai baca keadaan.  Bila salah, akibatnya bisa malah sebaliknya. Makin buruk.
 
Bagaimana dengan tawuran pelajar?

Yo, nek perlu gurunya baik lelaki maupun perempuan disarankan ikut tawuran sekalian. Agar bisa memberi contoh tawuran yang baik. Kalau perlu murid-murid perempuan juga disarankan ikut tawuran di lapangan yang ditentukan.  Biar rame.
 
Alternatif lainnya adalah budayakan pencak silat Genggong (http://www.youtube.com/watch?v=Rws182EhAew&feature=relmfu
) atau pencak Dor (http://www.youtube.com/watch?v=YxwJOkF1GqE&feature=related
)
 kayak di Blitar. Bertarung satu lawan satu secara sportif.  Ora kok wanine kroyokan dan takut identitas kesportifannya ketahuan mutunya.

Atau pilih alternatif pilihan terakhir sing ora mutu ini: tawuran rame-rame ben iso klebu neng universitas pilihan? Tawuran grudukan bareng-bareng, lan nek perlu gontokan pisan ben mutu pelajar lulusan SMA-ne makin baik?

Kari milih wis… ***(Syd, Kamis, 27Sep12)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s