herrybsancoko

Kumpulan tulisan


Leave a comment

Diet Sehat dan Panjang Umur

Manusia berusia seabad punya sikap positif tentang hidup.  Sumber foto: https://i0.wp.com/resources0.news.com.au/images/2012/06/21/1226404/816188-mavis-seckold.jpgManusia berusia seabad punya sikap positif tentang hidup. Sumber foto: http://resources0.news.com.au/images/2012/06/21/1226404/816188-mavis-seckold.jpg

Aku mau hidup seribu tahun lagi, begitu bunyi puisi “Aku” oleh Chairil Anwar. Keinginan untuk hidup panjang adalah obsesi manusia sepanjang jaman.  Bahkan kalau mungkin bisa hidup selamanya.  Tapi nyatanya untuk hidup sehat saja demikian rumit, apalagi untuk hidup selamanya.

Di dunia ini hampir pasti tidak ada seorang manusia pun ingin sakit. Kalau bisa selalu berada dalam keadaan sehat. Cara menuju sehat yang pada beberapa dekade lalu dirasa sederhana, kini begitu banyak metoda dan jalannya karena meningkatnya kesadaran tentang kesehatan, majunya ilmu pengetahuan dan teknologi, kesadaran tentang nutrisi dan sebagainya.

Yang paling umum dilakukan dan sudah menjadi kecenderungan umum adalah melakukan diet makanan, mengatur pemasukan jumlah kalori dalam tubuh.  Dalam konsep sederhananya adalah mengontrol makanan yang hendak dimakan. Ada yang melakukan diet ketat dan ada yang ala kadarnya sesuai apa yang diperkirakan perlu dilakukan menurut pendapat pribadinya.

Kadang pendekatan lewat diet makanan ini dilakukan sepilah demi sepilah. Bila punya tekanan tinggi, diet makanan bergaram. Jika menderita diabetes, diet makanan bergula. Jika tekanan rendah, menambah konsumsi makanan yang dianggap bisa menaikkan tekanan darah.  Dan usaha-usaha lain.

Untuk saat ini, pengaturan menu makanan menjadi amat kompleks dan rumit. Aturan-aturan atau ukuran-ukuran makanan yang hendak dikonsumsi belum pernah mencapai pada titik sekompleks dan serumit ini sepanjang pengetahuan penulis. Lihat saja, betapa banyaknya kata-kata yang berhubungan dengan diet. Misalnya dietarian, dietary, dieter, dietetics, diet (nutrition), dieting, diet food, cuisine. Varian kata-kata yang punya arti khusus dalam hal perdietan. Bagi orang awam, pengertian tentang diet jadi begitu membingungkan.

Karena kompleksitas masalah pengaturan kalori makanan inilah, lahir begitu banyak ragam bisnis jasa yang menyediakan menu makanan sesuai dengan kalori yang dibutuhkan. Lahirlah kursus-kursus tentang diet, lahirlah cabang profesi baru yakni ahli bidang diet. Seolah masalah diet memerlukan pendekatan keilmuan tersendiri.

Acara menyantap makanan menjadi sebuah acara yang pelik, penuh aturan dan penuh ranjau. Dulu ibu-ibu sering jengkel jika anaknya sulit makan, tapi kini tanpa disadarinya sang ibu juga membuat jengkel orang lain.  Tidak saja anak kecil yang rewel bila tiba saatnya untuk makan, tapi manusia dewasa malah mengalahkan bayi rewelnya jika berkaitan dengan menu makanan. Acara menyantap makanan yang seharusnya memberi pengalaman  menyenangkan, kini malah jadi ajang adu argumentasi dan nasehat.

Pada saat budaya dan media massa populer berkembang secara global, ternyata sehat saja masih kurang. Karena perkembangan ilmu kedokteran, keadaan sehat saja tidak mencukupi, sudah dianggap hal umum dan lumrah. Manusia mencari sesuatu yang lebih ideal.  Selain sehat harus proporsional bentuk fisiknya. Manusia berusaha memahat tubuhnya sesuai dengan lekak-lekuk gambaran sebagai manusia ideal secara fisik.

Hidup dibawah rejim perdietan bisa menggiring manusia pada penderitaan yang sebelumnya jarang terdengar yakni anorexia. Suatu keadaan dimana tubuh menolak makanan sehingga penderita jadi kurus kering dan bisa mengakibatkan kematian.  Rejim perdietan telah membuat seseorang melakukan tindakan ekstrim dalam perdietan karena ketakutan tidak rasional menjadi gemuk atau karena didorong oleh persepsi yang salah tentang bentuk ideal fisik tubuh.

Pendekatan Holistik

Karena tubuh manusia adalah kesatuan holistik.  Jadi tujuan menjadi sehat harus ditinjau dengan melihat keadaan tubuh manusia yang holistik pula.

Pendekatan holistik ini jarang disadari banyak orang. Keinginan untuk menuju sehat sering didekati secara sepotong-sepotong. Sehingga menyebabkan usaha untuk sehat malah bikin pusing karena kompleksitas aturan, pantangan karena fakto-faktor nutrisi yang perlu diperhitungkan. Seolah setiap orang diharapkan untuk bisa menjadi dokter bagi dirinya sendiri.

Generasi beberapa dekade lalu tidak mempersoalkan tentang perhitungan kalori dalam hal makan.  Mereka belum punya pengetahuan atau kesadaran tentang ilmu nutrisi. Untuk bisa makan merupakan tujuan utama dan tidak memperhitungkan dengan pelik apa saja yang boleh atau tidak boleh dimakan.

Dunia makan menjadi sesuatu yang punya kadar filosofis.  Tidak hanya sekedar memasukkan makanan ke mulut. Hidup untuk makan atau makan untuk hidup? Mangan ora mangan asal kumpul. Itu sebagian saja ungkapan tentang makanan yang mengandung dasar filosofi. Bahkan roh nenek moyang pun diberi makan lewat sesaji.  Jenis-jenis makanan tertentu dinilai sakral.  Nasi kuning, nasi tumpeng, kupat, lepet, jenang sunsum, bubur merah, bubur putih, jenang sengkala dan sebagainya adalah sedikit contoh bahwa makanan punya arti, simbol dan kandungan filosofis tentang kehidupan.  Nenek moyang kita berusaha menghubungkan dunia makanan dengan dunia spiritualitas.  Antara dunia fisik dan dunia jiwa.

Selama ini ada dua kutub mindset tentang hidup yakni diet sehat dan umur panjang. Banyak orang terpaku pada mindset diet sehat dengan menjaga kebugaran jasmani lewat berbagai jalan.  Sesuatu yang bisa kita kontrol dan diukur.  Sementara kutub mindset hidup panjang adalah sesuatu yang tidak bisa manusia kontrol.  Panjang atau pendeknya umur manusia tergantung Sang Pencipta.  Pendekatan mindset hidup panjang dianggap sesuatu yang dianggap melawan kehendakNya. Maka ditekanlah mindset ini ke dalam bawah sadar. Dinomer duakan.  Dengan asumsi bahwa jika diet sehat dilakukan maka dengan sendirinya lebih menjamin akan berumur panjang. Perkara mati adalah sesuatu yang tidak bisa dikontrol.  Padahal dalam kenyataan tidak seluruhnya berlaku demikian.

Untuk itulah kita cenderung untuk menekankan pada satu sisi tentang diet sehat dengan menjaga kebugaran jasmani lewat diet atau kontrol kalori dan kegiatan fisik tapi melalaikan dunia rohani atau kejiwaannya.  Kontrol kalori dengan ketat jika membuat stress atau tanpa mengatasi hal-hal yang membuat hidup stress, maka manfaat kontrol kalori bisa jadi amat meragukan bila kita sadari bahwa pembunuh nomer satu manusia adalah stress.

Jika kita melakukan pendekatan lewat mindset umur panjang, punya kemungkin lebih besar untuk menjaga kesehatan kita lewat pendekatan holistik. Tidak hanya melalui pendekatan diet sehat, tapi juga menjaga ketenangan pikiran dan batin. Kita akan cenderung berusaha mencari keseimbangan antara dunia fisik dan dunia kejiwaan. Keselarasan dunia mikro dan makro.  Sebuah pengupayaan hidup sehat lewat kedalaman diri.


Pengalaman Orang Lain

Tubuh itu ibarat rumah. Tempat kita tinggal selama masih hidup.  Maka seharusnya kita merawat rumah satu-satunya tempat tinggal kita itu sebaik-baiknya agar awet dan selalu dalam kondisi prima.  Merawat rumah tidak saja dengan melakukan perawatan fisiknya tapi juga harus dilakukan dengan perasaan cinta dan sikap positif.

Hidup sehat dan umur panjang bagi banyak kalangan terutama pada masa kini merupakan bentuk usaha yang terus menerus lewat tindakan kesadaran logis dan sistematis yang bisa amat melelahkan, kompleks dan perlu dedikasi.  Namun bagi beberapa orang malah dianggap sebagai sesuatu yang begitu sederhana, alamiah dan bahkan sudah menyatu dengan pola hidup kesehariannya.  Sebuah mindset yang sudah terbentuk dalam pribadi.

Salah satu cara untuk menemukan jalan tengah jawaban atas dua pendapat tersebut adalah dengan bertanya pada pengalaman manusia-manusia yang telah secara nyata terbukti berhasil bertahan hidup panjang.

Dalam statistik penduduk Australia yang dilakukan pada tahun 2012, orang-orang yang berhasil mencapai umur seabad atau lebih saat diwawancarai tentang resep mereka bisa berumur demikian panjang, diperoleh kesimpulan karakteristik tentang mereka.

Professor Perminder Sachdev, the University of New South Wales, berhasil mewancarai ratusan orang yang berhasil bertahan hidup diatas umur 100 tahun berkesimpulan bahwa mereka punya karakteristik yakni punya sikap optimistik dan positif tentang hidup.

“They usually rate life satisfaction very high (Mereka biasanya merating angka kepuasan tentang hidupnya sangat tinggi),” kata Professor Perminder yang dimuat di koran The Daily Telegraph, 22 Juni 2012. (http://www.dailytelegraph.com.au/news/optimism-is-the-key-to-a-personal-century/story-e6freuy9-1226404815244)

Pengalaman para juara hidup panjang tersebut bisa didapat di Youtube dari berbagai negara semisal di Rusia berusia 121 tahun (https://www.youtube.com/watch?v=AV_Nd0SOBBU), Cina berusia 130 tahun (https://www.youtube.com/watch?v=2YoNeJ7shgI), Jepang berusia 88 tahun masih aktif bekerja di ladang (https://www.youtube.com/watch?v=to9rhIwWJg0) dan bagian dunia lain.

Secara umum pernyataan mereka tentang resep hidup panjangnya adalah adanya keseimbangan antara dunia fisik dan rohaninya sehingga dicapai kedamaian dalam hati dan pikiran mereka.  Di sinilah pendekatan holistik menemukan bukti konkritnya dan diucapkan sendiri oleh para pelakunya tanpa teori, ilmu nutrisi, pendidikan tentang hidup sehat atau hal-hal rumit lainnya yang kini dilakukan oleh banyak manusia modern.

Masalah hidup masa kini memang lebih kompleks dibanding beberapa dekade lalu. Tapi apakah kompleksitas tersebut karena keadaan atau sebenarnya kita sendiri ikut berperanan dalam menciptakan kerumitan tersebut. Ataukah sesuatu yang sebenarnya sederhana dan bisa diatasi dengan menggunakan sikap jiwa yang tepat dan merubah mindset kecenderungan umum?

Nenek penulis yang kini masih bertahan hidup dan berumur sekitar 90 tahunan, malah kalau ditanya resep bisa hidup panjang jawabannya sangat sederhana, “Jangan punya hutang”, begitu katanya.

Meski jawabannya terkesan sederhana, namun dalam pengamatan kehidupan sehari-hari nenek penulis adalah sangat teratur dan disiplin.  Setiap hari harus mengeluarkan keringat dan makan tidak terlalu banyak. Istirahat cukup dan berusaha untuk tidak bikin susah orang lain.

Banyak pekerjaan fisik dikerjakan sendiri. Mulai bersih-bersih rumah, masak, belanja, mencuci, kasih makan ayam peliharaan dan lain-lain. Beliau menikmati hidup secara mandiri.  Tetap melakukan acara-acara tradisi yang kini mulai banyak ditinggalkan oleh para tetangga. Misalnya bikin nasi tumpeng, bikin kupat, bikin jenang sengkolo dan lain-lain sesuai dengan waktu dan tradisi yang ada.

Dalam kehidupan modern, banyak orang tercabut dari nilai-nilai tradisi dan menemukan kekosongan hidup.  Jika seseorang telah kehilangan akar tradisi sebagai sumber pegangan dalam hidup, maka kemungkinan untuk menderita stress makin besar. Manusia banyak dikejar oleh beribu macam kebutuhan manusia modern jangka pendek yang seolah datang silih berganti tanpa henti.  Waktu yang terbatas menciptakan makanan cepat saji yang disinyalir sebagai faktor yang memperpendek hidup (https://www.youtube.com/watch?v=8teAABsnTmM).  Jika keadaan ini tidak disadari dan digunakan pendekatan holistik, maka dengan pasti – lambat atau cepat akan mempengaruhi kesehatan manusianya. Datanglah pembunuh utama manusia yakni penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, dan stroke.*** (HBS)


Leave a comment

Manfaat dan Keistimewaan Tindakan Preemptive

Seorang manager on duty sebuah pub di sebuah kota di Australia, malam itu mendatangi hotel yang terletak bersebarangan jalan dengan pub. Manager yang bertugas malam itu meninggalkan kesibukannya mengurusi pelanggan di pubnya yang bising sekitar lima menit untuk berjalan mendatangi reseptionis di hotel. Ia ingin memastikan bahwa tidak ada tamu hotel yang komplain dengan suara bising dari pubnya.

“Adakah tamu yang komplain?” tanyanya pada resepsionis. Kemudian ia ingin menemui manager hotel yang bertugas malam itu.

“Jika ada tamu yang komplain, tolong saya dikasih tahu. Telpon saja. Nanti akan saya usahakan mengurangi kebisingannya,” katanya kemudian saat ketemu manager hotel yang bertugas malam itu.

“Terimakasih. Sementara ini belum ada,” jawab si manager hotel sambil tersenyum.

Beberapa kali dalam tiga bulan terakhir banyak tamu di hotel tersebut mengeluh karena suara musik dari pub yang terlalu keras sehingga membuatnya tidak bisa tidur. Ada beberapa yang melaporkan masalah ini pada manager hotel yang bertugas, namun sepertinya tidak bisa berbuat banyak karena sumber kebisingan tersebut di luar demarkasi hukum hotel itu sendiri. Dan ada beberapa tamu hotel yang menulis pengalaman tinggalnya selama di hotel di situs travel agent yang sering dibuka oleh para traveller. Review yang negatif dalam situs ini amat dihindari oleh semua hotel. Karena memberi efek negatif pada image brand hotel yang direview.

Apa yang bisa dilakukan oleh hotel adalah melaporkan ke pihak terkait yang menangani ijin bisnis sebuah pub. Biasanya ada syarat-syarat yang menentukan bagaimana sebuah pub secara benar dioperasikan tanpa mengganggu pihak lain. Ada aturan-aturan ketentuan yang ditetapkan oleh dewan kota setempat.

Pihak pengelola hotel sebelum melaporkan ke dewan kota, mereka bertemu dengan pemilik pub dan mendiskusikan penyelesaian terbaik.

Dan apa yang dilakukan oleh manager pub yang sedang bertugas malam itu merupakan keputusan dari pengelola hotel dan pengelola pub agar selalu memantau tingkat kebisingannya.

Apa yang perlu digaris bawahi adalah tindakan manager pub tersebut untuk mendatangi pihak hotel sebelum komplain terjadi. Ia bertindak sebelum kemungkinan yang tidak diharapkan terjadi. Sebuah tindakan preventif yang amat penting dalam keputusan manajemen sehingga akibat yang lebih jelek bisa diminimumkan.

Preemptive War

Istilah preemptive mencuat kembali setelah terjadinya invasi Amerika Serikat pada masa kepemimpinan George Bush pada Irak pada tahun 2002 lalu. Amerika pada waktu itu merasa perlu untuk menginvasi Irak sebelum Irak menggunakan senjata nuklir buatannya. Namun ternyata kemudian disimpulkan bahwa tidak terdapat senjata nuklir di Irak sebagaimana diduga sebelumnya.

Istilah preemptive kemudian dipakai secara populer untuk strategi-strategi lainnya. Preemptive untuk mencegah datangnya imigran ilegal, adalah salah satu strategi Australia dalam mengusir perahu yang membawa para imigran gelap sebelum memasuki perairan Australia. Atau dengan memberi bantuan pada polisi Indonesia untuk mencegah terjadinya perdagangan imigran gelap. Dan banyak lagi tindakan preemptive dalam politik dan terorisme.

Sebenarnya tindakan preemptive bisa diterapkan dalam banyak hal termasuk dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah dalam manajemen sebagaimana dicontohkan di atas.

Tindakan preemptive lebih efisien yang menawarkan penyelesaian terbaik sebelum kejadian yang tidak diharapkan terjelma. Tentu saja tindakan preemptive bisa dilakukan bila tersedia cukup informasi bahwa kejadian sesungguhnya diprediksi bakal terjadi. Unsur paling penting dalam tindakan preemptive adalah unsur kejutannya, unsur surprise yang tidak diduga oleh pihak yang terlibat. Unsur kejutan inilah yang membuat tindakan preemptive bisa berjalan dengan efektif dan mencapai hasil optimal.

Jika dalam perang, serangan datang tanpa diduga sehingga pihak yang diserang kurang persiapannya dalam menghadapi datangnya musuh. Dalam perang, unsur kejutan merupakan unsur penting yang menentukan keberhasilan sebuah perang.

Tapi dalam kehidupan keseharian, unsur kejutan tersebut bisa membawa efek positif bagi kedua pihak. Tidak ada yang merasa dikalahkan atau merasa dimenangkan. Keduanya memperoleh win win solution. Sebagaimana contoh di atas – pihak pub dan hotel memperoleh keuntungan bersama. Dan yang paling diuntungkan adalah tamu hotel karena suara bising sudah dicegah sebelum terjadinya komplain.

Beberapa hotel menerapkan teknik preemptive ini dalam customer service. Untuk mencegah terjadinya komplain, pihak managemen hotel menelpon para tamu hotel dan bertanya apakah ada yang bisa diperbuat oleh pihak hotel agar selama mereka menginap di hotel bisa lebih nyaman.

Preemptive call atau courtesy call (menelpon tamu) dilakukan oleh manajer yang sedang bertugas setiap hari dan dibukukan secara khusus sehingga bisa ditindak-lanjuti. Mereka tinggal print nama-nama tamu dan nomer kamarnya yang check in pada hari itu. Kemudian petangnya, setelah sebagian besar check ini, courtesy call dilakukan.

Usaha ini amat efektif untuk mendeteksi lebih dini kemungkinan terjadinya komplain. Jadi para tamu ditanya sebelum mereka mengutarakan komplain yang sebenarnya. Sebelum para tamu membuat masalah yang ada menjadi sesuatu yang lebih serius. Komplain bisa dilokalisasi dan dibenahi sebelum merembet ke luar dan diketahui oleh pelanggan lain.

Dalam courtesy call memang tidak bisa diprediksi macam komplain yang bakal terjadi. Tindakan preemptive dilakukan berdasar perhitungan yang lebih umum bahwa komplain pasti bakal terjadi. Jika sebuah hotel punya 300 kamar, kemungkinan besar 10% dari penghuni kamar tersebut melakukan komplain – meski tidak bisa diprediksi macam komplain yang bakal diluncurkan.

Kadang seorang pelanggan lebih senang diam dan tidak ingin punya urusan. Hal-hal kecil yang tidak memuaskan kadang didiamkan dan dicoba untuk diatasi sendiri sebisanya. Hanya bila masalah tersebut dipandang keterlaluan barulah seorang pelanggan melakukan komplain.

Keuntungan dari tindakan preemptive adalah mendeteksi komplain yang tidak diutarakan oleh pelanggan secara tersirat. Hal-hal kecil yang luput dari perhatian bisa mencuat karena pelanggan memberikan pendapat atau menyatakan tingkat kepuasannya saat ditanya. Dengan hal-hal kecil yang tidak diutarakan oleh pelanggan tersebut bisa diantisipasi kemungkinan komplain lebih jelek di masa datang bahkan bisa dihindari untuk terjadi. Suatu keadaan yang secara potensial bakal mengundang komplain meski kecil, cepat atau lambat pasti akan diluncurkan oleh seorang pelanggan. Karena suatu keadaan yang kecil bisa berubah menjadi besar seiring dengan berjalannya waktu.

Jika hal-hal yang secara potensial mengundang komplain bisa dieliminir, kepuasan pelanggan menjadi jaminan atas customer service yang ditawarkan. Kepuasan pelanggan atas customer service memberi kestabilan atas berjalannya sebuah bisnis.

Level Personal

Tindakan preemptive bisa juga dilakukan untuk mempererat hubungan personal antar individu. Kedekatan hubungan kadang malah membuat seseorang lalai dalam meraba apa yang diinginkan oleh pasangannya. Jarang kita bertanya pada orang-orang yang dekat dengan kita, apa yang sebenarnya mereka inginkan. Jangankan bertanya keinginannya, kadang sudah mengetahui pun kita jarang melakukan sesuatu yang sebenarnya bisa menambah rasa saling dimengerti dan dihargai.

Sesuatu yang rutin memang bisa menumpulkan rasa kreativitas kita. Kadang orang melarikan diri dari masalah hidup dengan mengerjakan sesuatu yang rutin. Sesuatu yang tidak perlu pemikiran. Rutinitas memang bisa mengalihkan pemikiran.

Banyak tindakan preemptive yang bisa dilakukan untuk mencegah sesuatu yang tidak dikehendaki dan menambah kenyamanan dalam berinteraksi. Melakukan tindakan preemptive sebelum orang lain marah, kecewa, merasa tidak dihargai, disepelekan dan sebagainya. Sebagai individu yang punya kedekatan hubungan, pastilah kita bisa meraba hal-hal yang membuat sesorang itu marah, kecewa atau merasa tidak dihargai. Tapi jarang kita melakukan sesuatu secara aktif sebelum kejadian yang tidak kita kehendaki itu terjadi.

Bahkan tindakan preemptive terhadap hal-hal kecil sudah cukup untuk menyegarkan kembali suasana hubungan personal. Misalnya isteri lagi mengambil cucian, suami sediakan keranjang di dekatnya. Isteri lagi memasak, suami buang bahan masak yang tidak dipakai ke dalam sampah. Suami bikin kopi setiap hari begitu bangun tidur, isteri bangun duluan dan menyiapkan kopinya (setelah sebelumnya bertanya campuran yang pas, berapa sendok kopi dan berapa sendok gulanya). Suami memperbaiki kursi rusak, isteri ambilkan palu (dan pakunya sekalian). Dan banyak contoh lainnya yang tidak perlu menyita banyak energi untuk berpikir. Yang diperlukan adalah perhatian dan kesedian untuk bertindak secara preemptive. Terdapatnya unsur surprise akan membuat orang lain merasa dihargai.

Tindakan preemptive juga bisa dilakukan pada seorang teman baik. Karena berteman baik, pastilah kita punya cukup informasi apa kesenangan atau hobi seorang teman. Informasi yang kita punyai tersebut sudah cukup untuk memberi kita bekal melakukan tindakan preemptive. Tergantung dari kesediaan kita untuk melakukannya. Kadang kita bersikap bahwa mempunyai teman baik sebagaimana adanya tanpa usaha untuk melakukan tindakan-tindakan berlebih. Hubungan baik dengan seseorang kita terima sebagai anugerah, sebagai kewajaran, take it for granted.

Padahal kalau kita mau, banyak hal bisa kita lakukan tindakan preemptive buat seorang teman. Misalnya menyediakan makanan yang dia sukai, membelikan buku yang disukai sebagai hadiah, mendengarkan dengan baik apa impiannya dan mempertemukan dengan orang yang jadi impiannya, menyampuli buku kesayangannya yang kita pinjam, mengembalikan apa yang kita pinjam tepat waktu dan meninggalkan sedikit catatan terimakasih. Dan sebagainya.

Tindakan-tindakan kecil bersifat preemptive akan memberi sebuah kesan tersendiri bagi si penerima, karena unsur surprise yang tidak diduganya. Memberi sesuatu tanpa diduga akan membuat orang merasa dihargai, dimengerti dan bisa menambah rasa aman bahkan bisa mendongkrak rasa percaya diri seseorang.*** (HBS)


Leave a comment

Reblogged from asrimawati: PERDUKUNAN GLOBALISASI

REBLOG

asrimawati

  • PERDUKUNAN GLOBALISASI

          Kata dukun atau perdukunan bukanlah suatu hal yang aneh lagi bagi banyak orang , khususnya pada Negara Indonesia. Dikarenakan sejak zaman dahulu kala praktek perdukunan sudah erat sekali dalam kehidupan Karena mereka meyakini, para dukun mempunyai pengetahuan tentang ilmu ghaib. Orang-orang pun berduyun-duyun mendatanginya, mengadukan segala permasalahan yang dihadapinya untuk kemudian menjalankan petuah-petuahnya.

Di Indonesia, praktik perdukunan memiliki akar kuat dalam sejarah bangsa, bahkan dukun dan politik merupakan gejala sosial yang lazim. Kontestasi politik untuk merebut kekuasaan pada zaman kerajaan di Indonesia pramodern selalu ditopang kekuatan magis.

Semuanya ini memberikan gambaran yang nyata, bahwa perdukunan memang sudah dikenal lama oleh masyarakat kita. Dan ilmu ini pun turun-menurun saling diwarisi oleh anak-anak bangsa, hingga saat ini para dukun masih mendapatkan tempat bukan saja di sisi masyarakat tradisional, tetapi juga di tengah lingkungan modern.

Walhasil kini mereka yang pergi ke dukun kemudian percaya pada kekuatan magis dan menjalankan praktik…

View original post 848 more words


Leave a comment

Anak Cucu Kita Minta Makan pada Tetangga

Global Food Forum, Melbourne, Australia. (sumber gambar: https://i0.wp.com/resources3.news.com.au/images/2013/02/15/1226578/843135-global-food-forum-final.jpg)

Jika sejak dini Indonesia tidak mempersiapkan diri dan membenahi bidang pangan kebutuhan rakyatnya pada beberapa dekade mendatang, anak cucu kita mungkin harus minta makan pada tetangga negara kita.

Tidak saja Indonesia harus mempersiapkan diri dalam hal bidang pangan, namun juga bidang-bidang lainnya seperti pendidikan, keahlian, ketrampilan, pariwisata, kemampuan bahasa, komunikasi, teknologi dan sebagainya bila tidak ingin menjadi budak di negara sendiri.

Perkembangan penduduk Asia akan berlipat ganda dengan cepat pada dekade mendatang.  Mobilitas antar negara makin meningkat karena Asia akan menjadi wilayah yang paling dinamis dibanding benua lainnya. Perkembangan penduduk ekonomi kelas menengah juga akan meningkat dan dengan sendirinya memerlukan kebutuhan-kebutuhan khas bagi kelas menengah. Misalnya yang dulunya cuma makan nasi, kini pingin makan kentang, roti atau jajan ke restoran cepat saji. Yang dulunya menu kesehariannya tahu dan tempe, kini ingin menikmati hamburger, kentucky fried chicken, macdonald dan lain-lain.

Semangat

Australia dalam menyambut kebutuhan pangan di Asia pada dekade mendatang demikian semangat karena melihat berkembangnya potensi pasar di Asia.  Dalam pertemuan Global Food Forum yang diselenggarakan di Melbourne, semangat mempersiapkan diri negara Australia tersebut bisa dirasakan.

Banyak topik dibicarakan dengan menampung banyak ide pembaruan, perubahan, perombakan dari berbagai kalangan untuk mempersiapkan diri agar bisa memanfaatkan seluas-luasnya kesempatan merebut pangsa pasar pangan di Asia.  Mereka begitu optimis dengan kemungkinan besar tersebut, bahkan beranggapan sudah saatnya Australia menggeser prioritas produksi pertambangan ke produksi pangan atau dalam istilah mereka dari “mining boom” bergeser ke “dining boom”.

13665078441030580902

Beberapa pembicara dalam Global Food Forum (Gambar diambil dari koran The Australian, 19 April 2013)

Rasa optimis mereka berdasar angka-angka prediksi statistik pertambahan keberadaan populasi di Asia.  Diperkirakan Australia punya potensi untuk menyediakan pangan bagi 200 juta manusia di Asia.  Yang berarti meningkatkan eksport pangan empat kali lipat dari yang ada sekarang. Itu baru perkiraan kasar sementara.  Angka itu akan lebih tinggi lagi jika diikut-sertakan angka mobilitas sosial yang terjadi di masyarakat Asia.  Diperkirakan kelas menengah di Asia akan bertambah kira-kira sebesar tiga bilyun kelas menengah baru yang menuntut berbagai kebutuhan baru karena kemampuan ekonominya.

Angka-angka statistik tersebut memang nampak amat menggiurkan.  Perkembangan populasi sebesar itu, bakal menciptakan peluang pasar ekonomi dalam banyak bidang.  Keperluan atau kebutuhan hidup baru yang saat ini mungkin belum bisa dianalisa dengan akurat, misalnya kebutuhan teknologi komunikasi atau akses ke Internet dan lain-lain. Namun yang pasti mereka semua memerlukan makan. Itulah pinternya bangsa Australia yang tahu potensi dalam negerinya dan melihat kemungkinan pasar potensial di negara tetangganya dalam hal produksi pangan.

Untuk meningkatkan eksport pangan Australia memerlukan sekitar AUD $1 trilyun untuk investasi di bidang agrikultur hingga tahun 2050.  Selain investasi besar-besaran juga diperlukan pembenahan infrastruktur agrikulturnya.  Dengan kata lain, Australia harus membenahi dulu cara pengelolaan ladang pangannya yakni dengan membuka ladang pangan baru, memperbaiki sistem pengairan atau irigasi dan managemen secara koordinatif antar departemen terkait dalam produksi pangan dan eksport sehingga bisa dicapai produk eksport pangan yang ditargetkan.

Bahkan tidak tanggung-tanggung dalam agenda Global Food Forum tersebut juga diusulkan untuk dibentuk kementerian baru dalam masalah pangan.  Minister for Agriculture, Fisheries and Forestry dipandang tidak menekankan secara khusus pengelolaan masalah produksi pangan.

Inovasi dan Litbang

Beberapa kalangan juga mendesak pemerintah Australia untuk bertindak secepatnya mendorong terjadinya inovasi-inovasi teknologi dalam masalah pangan untuk mendongkrak kemampuan eksport Australia.

Menurut pandangan mereka, Australia selama ini dipandang tidak saja sebagai negara yang punya inovator produk bahan makan bernilai tinggi tapi juga sebagai pemasuk makanan terpenting bagi kawasan Asia.

Australia memerlukan sarjana-sarjana bidang pertanian dan pangan lebih banyak untuk membantu dalam penelitian dan pengembangan pertanian. Sarjana dalam bidang keilmuan tersebut kini masih dipandang belum mencukupi untuk membantu meningkatkan eksport yang diperkirakan empat kali lebih besar dari saat ini.

Pada bulan Februari lalu, perusahaan Kraft Foods telah membuka fasilitas riset dan pengembangan dalam bidang pangan di Ringwood, Melbourne.  Fasilitas tersebut merupakan fasilitas terbesar di Australia yang mempekerjakan lebih dari 100 orang tenaga ahli dalam bidang teknologi pangan, ilmuwan pangan dan sarjana lainnya yang telah memfokuskan perhatiannya pada pangsa pasar pangan baik di Australia maupun di Asia.

Sebuah perusahaan konglomerat Australia yang memproduksi dairy product (susu, keju dan bahan lain dari susu), Murray Goulburn (http://www.mgc.com.au/) telah menanamkan investasi sebesar AUD $120 juta untuk membangun dua perusahaan pemrosesan susu di NSW dan Victoria yang diperkirakan akan mulai beroperasi bulan Juli tahun depan.

Hal lain yang Australia kini harus dibenahi adalah budaya kerja yang belum maksimal dan terbaik terutama dalam bidang managemen rantai pendistribusian produk. Dan masih dipandang perlu untuk lebih seksama meneliti jenis-jenis produk yang berkesesuaian dengan perkembangan pasar pangan di masa depan.

Indonesia

Bidang penelitian dan pengembangan di Indonesia masih minim.  Dana penelitian di Indonesia hanya sebesar 0,1 % dari Gross Domestic Product (GDP) Indonesia, dengan besaran Rp10 Triliun atau 0,8 % dari APBN dan tersebar ke berbagai kementerian/lembaga.  Dana litbang terkecil di dunia.

“Kita ini rangking 36 (dalam inovasi), tetapi enggak punya daya dorong. Jadinya mandeg,” cetus Zuhal, Ketua Komite Inovasi Nasional (KIN).  (Sumber: http://www.kopertis12.or.id/2011/07/15/dana-riset-indonesia-terkecil-di-dunia.html)

Bila Indonesia mempertahankan posisinya sebagaimana tersebut di atas, tidak mustahil bila pada beberapa dekade mendatang anak cucu kita bakal minta makan pada tetangga negara kita.

Seharusnya Indonesia yang punya tanah jauh lebih subur daripada Australia bisa mendongkrak produksi pangan untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri sendiri. Perlu juga mendidik masyarakat Indonesia untuk tidak tergantung pada beras sebagai makanan pokok. Sebab untuk memproduksi beras perlu lahan yang lebih intensif dalam hal pengairan.  Keterbatasan ini perlu disiasati agar kebutuhan pangan bisa didiversifikasi menyesuaikan keadaan tanah pertanian yang tersedia. Mengembangkan jenis-jenis produk pertanian yang selama ini dinomer-duakan sebagai bahan makanan pokok seperti ketela, jagung, sagu dan gandum.

Perlu dipikirkan juga pembukaan ladang sebagai lumbung pangan untuk memproduksi pangan secara intensif, terkelola dan terdistribusi dengan baik. Penelitian dan pengetahuan tentang jenis-jenis pupuk juga perlu dimasyarakatkan sehingga bisa lebih optimal penggunaannya.  Melindungi petani dari gejolak harga bahan pangan, insentif pada petani, bantuan teknologi, penciptaan teknologi yang murah dan terjangkau oleh para petani adalah awal dalam merangsang produksi pangan.

Produk pangan adalah produk yang amat mendasar dan strategis. Kebutuhan pangan adalah kebutuhan dasar dan utama  manusia sebelum menjangkau kebutuhan-kebutuhan lainnya.  Jika dalam masalah ini kita tergantung pada negara lain, bisa dibayangkan keadaan negara kesatuan Indonesia. Gedung menjulang tinggi, teknologi canggih, jalan mulus dan lain-lain yang gemerlap tidak ada gunanya jika kita kelaparan dan harus minta makan pada tetangga. Jika sumber utama kebutuhan dasar manusia itu tidak kita kuasai, tidak dalam kontrol negara, maka betapa besar resiko yang harus dipertaruhkan.*** (HBS)


Leave a comment

Peranan Australia dalam Menghadapi Krisis Pangan di Asia

Jika tidak ingin kelaparan pada saat populasi penduduk dunia meningkat nanti, hiduplah di Australia.  Saat ini Australia memproduksi hasil pangannya melebihi kebutuhan penduduknya.

Hasil produksi pangan Australia dua pertiga dieksport ke luar negeri. Hasil produksi pangan yang melimpah tersebut bukan terjadi begitu saja mengingat jenis tanah Australia tidaklah sesubur tanah di Indonesia. Australia saat ini adalah termasuk negara pengeksport terbesar kebutuhan pangan di dunia.

Sejarah pertanian Australia telah menempuh perjalan panjang sejak tahun 1800 pada saat imigran pertama datang ke Australia.  Keadaan jenis tanah Australia tidak memungkinkan sepenuhnya untuk mengolahnya sebagai lahan produktif.  Langkanya sumber air merupakan halangan utama bagi petani Australia.  Belum lagi musim kering yang berkepanjangan karena curah hujan yang kurang perlu pengelolaan tersendiri.

Sistem irigasi secara perlahan dikenalkan di Australia semenjak akhir abab 18.  Petani yang sebelumnya lebih banyak memelihara domba daripada produk pertanian, mulai bisa menanam sayuran dan buah-buahan. Dan dengan dibangunnya jalur-jalur kereta api pada tahun 1850an, produk pertanian mulai bisa diproduksi dalam skala besar. Sekitar pada awal abab 19 industri perkebunan tebu, buah anggur mulai terdapat di Australia. Demikian juga produk-produk dari peternakan sapi. Sistem pengairan memungkinkan produk peternakan tidak saja dari domba.

Produk pertanian Australia mengalami kenaikan cukup pesat pada awal abad 20 dimana produknya telah melebihi kebutuhan dalam negeri sehingga dua pertiganya perlu dieksport ke negara lain.

Kelebihan produk pertanian tersebut berkat dukungan pemerintah pada para petani.  Pemerintah juga mengenakan tarif import untuk mengurangi produk import.

Pertanian di Australia pada mulanya dikelola per keluarga secara tradisi turun temurun.  Namun sejak tahun 1950 dengan adanya industri pertanian, sistem pertanian di Australia mengalami perubahan. Pertanian yang bersifat keluarga makin berkurang.  Tanah yang dikuasai oleh pengusaha berskala industri makin luas.  Industrialisasi pertanian memang lebih menguntungkan jika tanah yang digarap punya area luas.

Lingkungan alam Australia yang keras mendorong petani Australia untuk menggunakan tanahnya secara efisien dan efektif. Maka berkembanglah tatacara penggunaan inovasi teknologi baru yang menyesuaikan keadaan tanah Australia.  Beberapa penemuan alat pertanian Australia digunakan di belahan dunia lain.

Penemuan saluran air bawah tanah juga mendorong meningkatnya produk pangan Australia.  Saluran air dikelola dengan baik dan dialirkan ke daerah-daerah yang membutuhkan dengan teknologi satelit.  Para petani saat ini juga sudah bisa menggunakan internet dan komputer.

Lembaga peneliti pertanian membantu petani untuk menggunakan tanahnya secara efektif dengan diciptakannya pupuk-pupuk yang diperlukan, penelitian genetis dengan menciptakan bibit unggul tanaman yang lebih tahan panas, tahan kering  dan tahan terhadap serangan hama. Demikian juga penelitian genetis untuk bibit peternakan agar diperoleh produk daging atau wool yang bermutu tinggi.


Krisis Pangan di Asia

Australia menyadari peranan pentingnya dalam mengatasi krisis pangan yang bakal terjadi di Asia beberapa dekade mendatang. Diperkirakan tanggung jawab Australia adalah meningkatkan eksport pangannya sebanyak empat kali lipat untuk memenuhi kebutuhan pangan 200 juta manusia pada tahun 2050. Pertumbuhan populasi penduduk yang tinggi di Asia adalah kesempatan bagus buat Australia untuk meningkatkan produk eksport pangannya.

Usaha untuk mempersiapkan produksi pangan Australia untuk memenuhi kebutuhan pangan di Asia tidak main-main. Dalam Global Food Forum yang diadakan di Melbourne baru-baru ini, peranan Australia itu bisa dicapai bila ada perubahan peraturan industri pertanian dan reformasi perpajakan (tax reform) yang akan dibicarakan dalam forum tersebut. Diharapkan dengan adanya perubahan peraturan dan perombakan pajak, Australia akan menjadi negara superpower dalam masalah eksport kebutuhan pangan dalam beberapa dekade mendatang.

Sementara ini Indonesia masih sibuk dengan urusan partai, korupsi, kebutuhan solar, kenaikan harga bawang, kurikulum SMA dan lain-lain sepertinya belum punya waktu untuk memikirkan kebutuhan pangan bagi penduduk Indonesia pada beberapa dekade mendatang yang pasti bakal meningkat pesat.

Kebutuhan pangan dunia pada beberapa dekade mendatang diperkirakan sebanyak 71% dari penduduk berada di Asia. Itupun kalau lahan pertanian tidak terjadi penyusutan atau tidak terjadi bencana alam.

Australia kini mempersiapkan para ahli dan politisi dari berbagai negara bagian untuk mendiskusikan kemungkinan-kemungkinan Australia agar eksport kebutuhan pangan bisa dilipat-gandakan pada dekade mendatang.  Kesempatan bagi Australia untuk mengeruk keuntungan yang diperkirakan melebihi keuntungan yang didapat dari hasil pertambangan.

Peningkatan produksi pertanian dan eksport tentu saja memerlukan kerjasama antar pemerintah yang bersangkutan.  Oleh karena itulah, Australia dalam Global Food Forum juga mendiskusikan kemungkinan-kemungkinan menyambut “Boao Forum for Asia” yang akan diadakan di Melbourne tahun depan. Pada kesempatan tersebut, Australia bisa melakukan pendekatan antar pemerintah, para akhli, dan instansi terkait lainnya untuk menggalang kerjasama dalam penyediaan pangan di Asia dalam mengatasi krisis pangan yang diperkirakan bakal terjadi.*** (HBS)

Referensi:
http://australia.gov.au/about-australia/australian-story/austn-farms-and-farming-communities
http://lrrpublic.cli.det.nsw.edu.au/lrrSecure/Sites/LRRView/13229/documents/Australian%20farms%20and%20farming%20communities.pdf
http://www.csiro.au/en/Outcomes/Food-and-Agriculture.aspx
http://www.tradingeconomics.com/australia/agricultural-irrigated-land-percent-of-total-agricultural-land-wb-data.html
http://www.csiro.au/Organisation-Structure/Divisions/Plant-Industry/Food-security-explained.aspx
http://www.theaustralian.com.au/business/in-depth/global-food-forum