herrybsancoko

Kumpulan tulisan

Tidak Gampang Cari Tukang Cukur Sekelas Orang Madura di Sydney

2 Comments

SELAMA puluhan tahun tinggal di Sydney, setiap potong rambut selalu kesulitan.  Tempat potong rambut banyak, tapi tidak ada yang cocok dengan selera. Cara motongnya tidak bisa rapi seperti tukang potong rambut di Indonesia.

Di tanah air langgananku potong rambut orang Madura.  Potongannya rapi. Sejak SMP hingga kuliah lebih sering aku potong di situ. Setiap pulang kampung selalu potong rambut di tempat “Panti Paras Madura” langgananku itu. Selalu merasa puas.

Di Sydney, setiap habis potong, selalu saja ada yang bikin tidak puas. Padahal untuk jadi tukang potong harus punya ijasah. Tidak sembarang orang bisa buka panti paras atau salon dan potong rambut.  Maka jangan heran jika di tempat tukang potong rambut pasti dipasang ijasah ketrampilannya di dinding. Bahkan tidak cuma satu. Selain ijasah potong rambut juga terpasang deretan ijasah-ijasah lain yang berhubungan dengan rambut dan perawatan kecantikan.

Saya berkelana cari tukang potong mencoba satu demi satu mencari yang cocok. Tukang cukur orang Itali sudah aku coba, orang Yugoslavia aku coba, orang Lebanon aku coba, orang Turki aku coba, orang Portugis aku coba, orang Korea juga pernah, dan tukang potong lainnya. Tapi tidak ada yang cocok.

Dulunya saya hanya mendatangi barber shop. Tukang cukur yang langgannya banyak laki-laki khusus hanya potong rambut dan cukur jenggot atau brengos. Tapi setelah kehabisan pilihan, terpaksa harus mulai mendatangi salon. Di salon selain menerima pangkas rambut juga jasa lain-lainnya.

Di salon, langganannya campur pria dan wanita. Biasanya waktu tunggunya lama. Pelanggan wanita kadang perlu berjam-jam selesainya. Kramaslah, blowlah, nyemirlah, maskeran-lah dan lain-lain yang bikin pantat panas saat nunggu. Harus sabar untuk mencari tukang cukur yang cocok.

Dari deretan berbagai bangsa tukang cukur yang pernah aku datangi lebih dua kali adalah tukang cukur orang Yugoslavia dan orang Korea. Lainnya cuma sekali dan tidak pernah aku ulangi lagi karena saking jeleknya hasil pangkasannya.

Orang Yugoslavia dan Korea aku pilih karena faktor kebersihannya. Orang Yugoslavia yang motong umurnya sekitar 60 tahunan. Penampilannya amat profesional. Bajunya rapi. Setiap pelanggan bila potong dikalungi handuk bersih untuk menghalangi rambut agar tidak masuk ke baju. Sisirnya dimasukkan ke cairan pembunuh bakteri.  Silet untuk mengerik selalu diganti baru, tidak dipakai untuk orang lain.  Handuk bersih tersebut sehabis rambut dipotong, dibasahi air hangat untuk mengusap leher, tengkuk, pelipis dari sisa-sisa potongan rambut. Terasa sangat nyaman dibasuh air hangat begitu sehabis cukur. Kulit jadi tidak terasa gatal.

Ruang cukurnya rapi dan terawat. Sepertinya ia menekuni benar profesinya. Ia bekerja sendirian. Kadang isterinya keluar membersihkan potongan rambut di lantai. Orangnya juga ramah. Cara motongnya sopan. Tidak ditarik sana sini. Dijambaki sana sini. Dan selalu tanya atas hasil potongannya. Meski saya bilang, “Bagus. Bagus,” tapi tetap nggrundel di hati. Masih tidak sebagus tukang cukur Madura.

Lokasi tukang cukur Yugoslavia tersebut cukup jauh dari tempat tinggal saya. Perlu waktu sekitar 10 menit naik mobil untuk ke situ. Yang membuat saya memutuskan untuktidak datang lagi dan mencari tukang cukur lain adalah karena ia kadang nggrundel kalau rambutku sudah kepanjangan untuk dipotong. Maunya sebelum rambut menyentuh pangkal telinga, rambut harus dipotong cepak. Lha, kadang saya nggak punya waktu yang pas untuk potong rambut. Saat ada waktu, kadang malas untuk pergi. Sampai akhirnya nampak tidak rapi dan kepanjangan.

Setelah mutar-mutar cari tukang cukur lain, akhirnya ketemu tukang cukur Korea itu. Lokasinya berlawanan arah dengan tukang cukur Yugoslavia. Tukang cukur Korea ini ada di selatan tempat tinggal dan tukang cukur Yugoslavia ada di utara dengan jarak sama.

Tempat tukang cukur Korea itu letaknya agak susah. Masuk jalan semacam lorong. Mobil harus diparkir di supermarket terdekat lalu jalan kaki.  Kutemukan secara kebetulan saat membeli daging bebek yang cukup terkenal lezat di daerah situ menurut informasi seorang teman. Eh, lihat tukang cukur itu.

Begitu waktunya tiba, saat rambut sudah kelihatan tidak rapi, bergegas aku datangi barber shop Korea itu. Ternyata ada tiga tukang cukur di dalam. Wah, lumayan juga nih.  Aku jadi banyak pilihan. Kalau yang satunya jelek motongnya, lain kali minta dipotong oleh lainnya.

Penjagaan kebersihan hampir sama persis orang Yugoslavia. Pakai handuk bersih bagi setiap pelanggan.  Tukang cukur lain kadang hanya pakai toilet paper untuk penghalang rambut tersebut.

Cukurannya lumayan rapi. Habis dicukur, handuk juga dicelupkan ke air hangat buat mengusap leher, tengkuk, pipi untuk menghilangkan potongan rambut. Habis itu diusapkan ke rambut untuk membasahi rambut dan mengambil ceceran rambut yang ada di kepala. Rasanya enak, kayak dipijitin kepala ini. Bikin terkantuk-kantuk.

Bedak pewangi dipupurkan di sekitar leher agar tidak gatal. Kemudian dibersihkan kwas lebar. setelah alat pelindung dilepas, rambut diolesi pewangi sebelum disisir rapi. Terlihat rapi dan bersih siap meneruskan perjalanan. Aku datangi berkali-kali barber shop Korea ini.

Karena pindah tempat tinggal yang jaraknya cukup jauh, akhirnya barber shop Korea ini tidak lagi sering aku datangi. Tapi masih sempat beberapa kali potong juga di sini setelah tidak juga menemukan tukang cukur yang cocok di sekitar tempat tinggal yang baru.  Jaraknya sekarang 20 menit naik mobil.  Itupun kalau lalu lintas tidak ramai. Bisa lebih kalau lagi ramai.  Terutama kalau banyak orang lagi belanja di supermarket. Tidak logis kalau setiap potong saya harus datang ke tempat begitu jauh.

Saat ini saya masih mencari-cari tukang cukur yang cocok di dekat tempat tinggal. Sudah hampir sepuluh tahun di tempat baru ini belum juga menemukan tukang cukur yang cocok. Sudah mencoba beberapa tempat, termasuk tempat potong rambut yang ada di dalam supermarket. Tidak ada yang memuaskan.

Akhirnya kutemukan salon orang Filipina yang hasil potongannya lumayan rapi. Tapi tidak konsisten hasilnya. Kadang jelek, kadang lumayan rapi. Paling baik dari yang terjelek. Ruangan salonnya tidak sebersih orang Korea atau Yugoslavia. Sisirnya mungkin sudah bulanan tidak pernah dicuci. Pelindung rambut yang dikalungkan ke leher memakai toilet paper.  Meski bersih tapi kok kesannya murahan.

Hingga saat ini masih sebagai pelanggan setia salon Filipina itu karena belum menemukan tukang potong sekelas orang Korea. Apalagi sekelas orang Madura. Belum ketemu!*** (HBS)

2 thoughts on “Tidak Gampang Cari Tukang Cukur Sekelas Orang Madura di Sydney

  1. Salam kenal pak Herry. Di Brisbane potong rambutnya juga mahal, paling murah $12. Selama ini saya selalu minta dipotongkan sama housemate. Tidak rumit, pokoknya potong pendek, semi gundul juga tidak apa-apa. Housemate saya juga sering dimintai tolong potong rambut teman-teman lain.

    Sekarang housemate saya sudah pulang ke Indonesia. Mau ke tempat potong rambut yang $12 agak khawatir juga karena ada teman yang sudah ke sana dan katanya kita harus milih model potongan. Jadi tidak bisa asal bilang “minta potong pendek”. Apa benar begitu pak?

    • Salam kenal juga.
      Potong rambut ongkosnya bervariasi, mas Agus. Memang rata-rata sekitar $12-$15. Minta potong pendek juga nggak apa kok. Mereka tahu. Biasanya lebih lengkap juga disebut ukuran clippernya. Ukuran 1 sampai 4. Paling pendek ukuran satu. Tentu saja mereka tanya model potongan. Takut salah. Bilang saja mau potong pendek dan rapi. Mereka siap kok menerima keinginan pelanggan. Saya lihat ada yang ceriwis minta ini itu. Kurang ini itu. Dan sepertinya, diladeni saja. Itu hak pelanggan. Biasanya di barbershop lebih paham karena kebanyakan yang potong lelaki. Jadi tidak neko-neko modelnya. Salam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s