herrybsancoko

Kumpulan tulisan

Surat Terbuka Buat Mbah Putriku

Leave a comment

Pendukung Jokowi. Salam dua jari. Surat terbuka, capres2014

Pendukung Jokowi. Salam dua jari. (Sumber foto: http://www.frankossen.com)

Mbah, cucu titip surat ini pada Lik Darto untuk membacakannya buat Mbahtri. Surat ini cucu kirim lewat email dan Lik Darto tidak keberatan pergi ke warung internet di pinggir jalan desa untuk mencetaknya.

Cucu nulis surat pada Mbahtri cuma pingin bilang tentang coblosan tanggal 9 Juli nanti. Selama ini cucu nggak pernah nulis surat kayak begini. Tapi kali ini cucu anggap amat perlu untuk bulan Juli nanti. Cucu gelisah membayangkan Mbahtri jadi bingung dan sedih dengan kampanye coblosan bulan Juli nanti. Karena banyaknya berita-berita saling fitnah, saling menjelekkan dan bertengkar satu sama lain. Cucu tidak ingin Mbahtri jadi sedih dan bingung ketika hari coblosan nanti. Coblosan kali ini amat rusuh Mbah…

Mbahtri selama ini ikut nyoblos di pemilu dan oleh tetangga selalu dibilang untuk nyoblos saja yang ada gambar pohon beringinnya. Karena Mbahtri sudah sepuh dan jadi sesepuh sedesa, Cucu rela saja Mbahtri nyoblos pohon beringin karena tak ingin membuat Mbahtri sedih dan banyak pikiran. Semakin cepat coblosan makin baik. Umur Mbah sudah 90 tahun. Jadi tak sepantasnya dibuat bingung dan dibohongi hak Mbah untuk nyoblos. Nyoblos beringin ya nggak apa karena memang nggak jelek sekali kok.

Tapi Mbah, untuk pemilihan presiden tanggal 9 Juli nanti, Mbah sebaiknya nyoblos pak Jokowi yang ada gambar bantengnya. Jangan yang ada gambar beringinnya lagi. Atau gambar-gambar lain-lainnya. Pokoknya yang bergambar banteng saja. Coblosan tanggal 9 Juli nanti amat penting buat paseduluran dan negara. Omongan tetangga jangan didengarkan Mbah. Pokoknya nanti kalau berangkat coblosan kalau ditanya orang, “Mau nyoblos yang mana?”, Mbahtri nggak usah jawab. Sebab kalau dijawab nanti orang bisa nggak senang. Mbahtri sebaiknya diam saja. Lik Darto biar ngantar pakai becak ke tempat coblosan nanti.

Gara-gara coblosan banyak orang saling bermusuhan, Mbah. Maka Mbahtri sebaiknya tidak usah mendengarkan omongan orang lain biar nggak nambahi musuh. Kalau ada orang kasih uang atau sembako buat Mbahtri, terima saja Mbah. Kalau disuruh nyoblos ini itu, bilang “Ya” saja. Yang penting nanti di bilik TPS nyoblos yang ada gambarnya banteng yang congornya berwarna putih. Ada nomer duanya. Jangan yang lainnya ya Mbah…

Pak Jokowi itu di gambar suara pemilu yang orangnya kurus, tidak memakai kacamata dan rambutnya hitam. Jangan yang gemuk atau yang berambut putih ya, Mbah. Jangan salah. Nanti kalau Mbah salah pilih, presidennya bisa yang lain yang kepilih. Bukan pak Jokowi.

Percayalah sama cucu, pak Jokowi itu orangnya baik. Cucu sudah meneliti dan membaca di koran tentang pak Jokowi sudah lama. Jadi cucu tahu betul bahwa pak Jokowi itu orangnya baik, rendah hati, tulus, andap asor dan ambah manah. Pak Jokowi itu senang kerja. Sregep kalau disuruh kerja. Pak Jokowi itu kayak almarhum pak Sukidi itulah Mbah. Tidak sama dengan pak Paiman yang kerjanya sembarangan.

Mbahtri masih ingatkan kan ketika menyuruh pak Paiman membersihkan rumput halaman belakang dulu? Mbahtri pernah bilang, “Sudah digaji cukup, kok kerjaannya kayak gini. Rumputnya masih nyepres sana sini. Gawean kok kayak gini. Tidak rapi sama sekali.”

Kalau pak Jokowi yang disuruh membersihkan rumput, pasti akan beres dan rapi Mbah. Dan dia tidak akan marah kalau gajinya kurang dikit atau disuruh membersihkan lagi mana-mana yang kurang bersih. Orangnya ringan tangan dan baik hati Mbah. Dia malah senang kalau kerjaannya dicek biar Mbah senang dan puas.

Mbahtri dulu pernah bilang, “Orang dikasih nilai itu tidak hanya di sekolah, tapi juga di pekerjaannya. Kalau di sekolah nilainya bagus bisa naik kelas. Kalau di pekerjaan nilainya bagus, orang akan senang. Nanti kalau ada kerjaan di masa depan bisa dipanggil lagi. Orang akan percaya.”

Mbah, pak Jokowi itu seperti itu. Pak Jokowi pekerjaannya selalu beres. Pekerjaan yang diserahkan padanya banyak sekali Mbah. Dan pak Jokowi tidak pernah mengeluh karena kebanyakan pekerjaan. Semua pekerjaan yang diserahkan padanya dikerjakannya dengan baik, senang hati dan selalu tersenyum. Semua dikerjakan dan selesai satu per satu. Pak Jokowi orangnya memang pekerja keras Mbah. Mboten ajrih reged lan kringeten, Mbah…

Jadi jangan milih yang lainnya ya, Mbah. Jangan milih orang yang cuma suka upahnya tapi nggak mau bekerja dengan baik. Pak Jokowi dulunya orang miskin Mbah. Orangtuanya pernah tinggal di pinggiran kali dan beberapa kali kena gusur tentara. Jadi dia bisa menghargai nilai uang. Karena uang tidak didapatnya dengan mudah. Setiap rupiah dia dapat dengan berkeringat. Dari usaha dan bekerja keras. Dia mengerti bagaimana rasanya jadi orang miskin dan kekurangan Mbah.

Mbahtri bebas milih dan nyoblos yang Mbah suka. Cucu hanya menyarankan saja. Karena cucu sudah baca, teliti dan nilai siapa pak Jokowi itu sudah lama. Dia orangnya baik, Mbah…

Sudah ya Mbah, cukup sekian saja surat dari cucu. Terimakasih saya buat Lik Darto dan salam buat Yu Jainah. Semoga Yu Jainah tetap sabar menemani Mbahtri. Dan semoga Mbah selalu sehat sampai nanti cucu bisa menjenguk lagi nanti di hari lebaran. Semoga nanti pak Jokowi yang jadi Presiden.

Salam dua jari, Mbah…

Cucu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s