herrybsancoko

Kumpulan tulisan

Prabowo dan Jokowi Telah Direduksi Menjadi Sebuah Obyek

Leave a comment

Siapa sih si Jokowi itu? Siapa sih Prabowo? Kedua orang ini tidak aku kenal sama sekali. Senggolan di facebook saja nggak pernah. Apalagi ngomong tentang warung nasi pecel pinggir jalan kotaku. Jauh dari itu.

Tapi kenapa aku bela sedemikian rupa? Nulis artikel tentang Jokowi berjam-jam sampai lupa makan dan tidur? Bahkan ada yang mementingkan mereka berdua yang tidak dikenal itu daripada yang telah mereka kenal? Sungguh tak masuk akal. Kayak facebook saja. Mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat.

Mungkin saya terlalu mengidiolakan Jokowi. Saya telah menurunkan status mereka menjadi sebuah obyek. Obyek idiolaku tentang perubahan di birokrasi dan pemerintahan. Idiolaku tentang sebuah kehidupan demokrasi di tanah airku. Aku lupa bahwa kedua capres itu hanya manusia biasa yang punya kemauan dan kepentingan pribadi. Harapan dan idiolaku terlalu tinggi pada mereka. Toh, jika mereka telah terpilih jadi presiden, bukan jaminan bahwa apa yang aku idiolakan dan harapkan itu menjadi kenyataan.

Banyak orang mengidiolakan capres mereka. Kadang sampai tingkat sedemikian rupa hingga lupa bahwa idiola mereka adalah manusia biasa. Mereka jadi lupa dan membabi buta. Siapa yang tidak tersinggung jika idiola mereka dilecehkan? Merendahkan idiola berarti juga merendahkan pribadi pemujanya. Idiola menjadi sesuatu yang amat personal.

Benarkah kita lebih suka mengasah ketajaman emosi kita daripada pikiran rasionil kita? Emosi yang tajam pertanda seseorang itu baik daripada yang rasionil dan realistis? Tidak tahukah bahwa dengan mengidiolakan seorang manusia berarti telah merendahkan martabatnya? Manusia yang diidiolakan berarti telah direduksi kemanusiaan mereka menjadi sebuah obyek.

Seharusnya aku kasih batas jelas mana idiola dan mana kenyataan. Idiolaku mungkin akan berhenti ketika aku masukkan pilihanku ke kotak suara. Tapi kenyataan akan tetap berproses dan menyertaiku jauh setelah pilpres 9 Juli.

Bisaku hanya akan nikmati benar proses pencoblosan nanti. Paling tidak, coblosan itu akan punya nilai bagi diriku sendiri. Satu surat suara itu punya arti di hati pribadi meski di antara timbunan jutaan surat suara yang lain. Setelah itu, terserah pada pemimpin terpilih.

Be real and pull yourself together, bro!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s