herrybsancoko

Kumpulan tulisan

JAMAN KEPENAK

Leave a comment

Dulu waktu usia belia, kalau mau baca berita kriminal tidak segampang saat ini. Apalagi yang ada foto-fotonya. Majalah kriminal satu-satunya yang saya baca cuma “Detektif dan Romantika”. Majalah yang harganya cukup mahal. Seringnya beli yang loakan di Pasar Sore atau di Pasar Sleko yang remang-remang.
Bacaan porno juga sudah didapat. Saat mahasiswa di Yogya, paling top kalau bisa menemukan novelnya Nick Carter yang isinya super porno itu. Novel ini juga susah didapat. Tidak banyak yang berani jual. Aku dapatkan di penjual buku loak di pinggir jalan Solo. Buku itu tak dijajakan terbuka. Ia simpan di balik gerai jualannya di dalam kardus tersendiri. Kalau novelnya Motinggo Busye meski juga porno, tapi tak seporno tulisan Nick Carter.
Nonton film porno tambah susah. Film-film yang diputar di gedung bioskop kalau sudah ada tanda 17 tahun ke atas nggak berani nonton. Pasti nggak diijinkan oleh penjaga pintu masuk, si tukang periksa karcis masuk dan sekaligus penjaga sensor. Film tujuh belas tahun yang kutonton pertama kali bintang filmnya Yatti Octavia yang diputar di gedung Lawu yang pintu masuknya berkerangkeng besi kayak penjara itu. Itupun sambil deg-degan. Kalau nggak diajak seorang teman, nggak bakalan aku berani nonton.
Film porno triple x dulu sering disebut BF atau blue film. Kalau orang sudah nyebut “Film BF” kedengarannya keren banget. Ia punya jaringan dengan yang gelap-gelap dan eksklusive. Kalau bisa kenal baik sama orang ini rasanya istimewa. Pertama ikut nonton film BF di rumah seorang teman. Kakaknya yang sudah menikah punya koleksi beberapa kaset. Film diputar sembunyi-sembunyi dan larut malam saat itu. Kaset VHS yang jalannya tersendat-sendat bisa bikin jengkel. Video player belum banyak orang punya.
Jaman sekarang kepenak banget. Lewat internet bisa didapat semua itu dengan mudah. Tidak cuma satu dua tapi ribuan jumlahnya. Tidak cuma gambar, tapi juga video yang jelas-jelas melukiskan kejadian senyatanya. Tidak saja hubungan seks tapi juga pemenggalan kepala. Sungguh kepenak sekali jaman sekarang. Tinggal klik-klik bisa lihat semuanya. Tinggal milih maunya apa.
Tapi meski begitu, masa keceriaan ketika belia rasanya tidak berbeda. Dulu tetap saja bisa ketemu seorang teman meski tanpa SMS, tanpa google map, tanpa mobile phone. Tidak mengeluh harus pergi naik sepeda ke tempat pertemuan dan nunggu kadang sampai berjam-jam. Muter-muter saling nyari posisinya dan tanya sana-sini. Tapi rasanya lebih menggairahkan. Sekarang, semua serba lebih kepenak. Tidak perlu tanya sana-sini. Tinggal pencet-pencet tombol di HP. Meski serba kepenak, tapi aku kok tetap merindukan masa seperti dulu. Masa culun dan lugu.**

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s