herrybsancoko

Kumpulan tulisan

Senangnya Terima Undangan Nyoblos dari PPLN Sydney

5 Comments

1395717885869515543

Surat undangan nyoblos.

Minggu lalu, aku terima surat dari PPLN (Panitia Pemungutan Suara Luar Negeri) dari Konjen RI di Sydney. Senang sekali menerima surat undangan untuk nyoblos di pemilu 2014 ini. Coblosan masih bulan April nanti. Untuk warga negara di sekitar Sydney, coblosan akan dilakukan pada hari Sabtu, 5 April 2014 bertempat di TPS POS, Maroubra. Lebih awal beberapa hari dari coblosan di Tanah Air.

Selama tinggal di Sydney hampir 30 tahun, cuma dua kali saya menerima surat undangan pencoblosan ini. Tahun kemarin tidak menerima. Senang juga pada tahun ini Konjen RI melayangkan surat undangan itu. Selain senang menerima surat undangannya, ada juga perasaan senang bahwa ternyata Konjen RI masih memperhatikan warganya di luar negeri. Sebab dibanding konjen negara lain, hubungan komunikasi antar konjen dan warganya jauh lebih bagus. Bahkan ada yang tiap bulan menerima buletin gratis dari konjen mereka. Sebenarnya kalau mau, Konjen RI sebenarnya bisa berbuat sama. Tidak perlu mahal. Mengirimkan surat seperti undangan coblosan itu saja sudah membuat saya senang dan merasa diperhatikan.

Saya belum memutuskan apakah saya akan datang ke TPS dan nyoblos atau jadi golput lagi seperti pemilu-pemilu sebelumnya. Sudah beberapa hari ini saya mikir tentang pemilu. Semakin memikirkannya, makin ragu-ragu untuk ikutan milih.

Dalam hati sudah ada pemikiran untuk nyoblos karena adanya seorang kandidat yang amat potensial. Ia punya karakter. Jujur dan dekat dengan rakyat. Ia amat populer di kalangan rakyat kecil. Bahkan juga di kalangan media asing. Ia seolah memberi harapan baru tentang perubahan di Indonesia. Karakternya menggelitik sikap kegolputan saya.

Tapi masalahnya, saya tak bisa memilih dia. Apa yang saya pilih di pemilu adalah para caleg partainya dia. Ini yang membuat saya ragu untuk nyoblos. Saya merasa tak kenal dengan para caleg ini. Apalagi karakter mereka. Yang saya baca lewat media tentang para caleg kok banyak negatifnya daripada positifnya. Tingkat korupsi partai-partai yang ada masih tinggi. (sumber).

Kalau saya mencoblos para caleg itu, lalu apa manfaatnya? Sementara tujuan saya mencoblos adalah agar tokoh pilihan capres itu jadi presiden. Para caleg separtai itu cuma numpang populer saja. Tak saya ketahui ketahui mutunya. Kalau yang saya pilih caleg yang moralnya busuk, mereka akan malah menjadi duri dalam daging bagi presiden tokoh pilihan saya. Jangan-jangan nantinya presiden itu malah dimusuhi karena sikapnya yang anti korupsi. Malah bisa-bisa presiden itu di-recall? Jadinya pilihan saya malah menambah runyam keadaan. Saya jadi ikut merasa bersalah jika negaraku jadi tambah bobrok.

Pada saat masa kampanye sekarang, sudah saya dapati berita-berita yang tidak mengenakkan. Ada beberapa teman-teman di facebook yang merasa antipati dengan kegiatan kampanye. Kampanye amat mengganggu ketenangannya. Suara knalpot sepeda motor berisik luar biasa. Belum lagi pemakaian jalan yang seenaknya tanpa menghargai pengguna jalan lain.

Pelanggaran kampanye terjadi di mana-mana. Mulai memakai anak-anak hingga dangdut seronok yang menggiurkan goyangannya. Semua untuk menarik masa tanpa mempertimbangkan kepatutan. Bahkan beberapa teman di facebook bilang bahwa masa kampanye saat ini amat mengerikan baginya. Ia bilang bahwa nasib bangsa ini sepertinya makin terancam. Benarkah #rapopo?

Menurut Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu DIY) tercatat sebanyak 5.000 hingga 6.000 kasus pelanggaran Alat Peraga Kampanye (APK) di DIY, meliputi spanduk, baliho maupun rontek. Jumlah pelanggaran itu merupakan jumlah akumulatif rata-rata kasus yang terjadi dalam setiap minggunya. Ketika diperingatkan, malah ngajak adu fisik. Termasuk dari partai calon presiden tokoh pilihan saya. (sumber).

Bayangkan, itu yang hanya terjadi di DIY belum daerah-daerah lainnya. Dan itu hanya dalam masa kampanye, belum lagi nanti saat penghitungan suara. Apa bisa dijamin tak terjadi pelanggaran? Lalu suara saya bakalan masuk ke mana?

Oleh karena itulah, selama ini lebih senang bersikap jadi golput biar nggak ikutan kecipratan dosanya. Karena siapapun presidennya, ternyata tak memberi perubahan apa-apa. Itu yang saya rasakan. Birokrasi tetap korup. Rakyat tetap miskin. Sumber alam dan kekayaan Indonesia tak dibenahi dengan baik. Rakyat belum juga bisa hidup damai dan sejahtera. Pertikaian masih ada di mana-mana. Wakil-wakil rakyat juga masih bersikap seenaknya. Bahkan saat ini makin menjadi-jadi arogansinya.

Apakah tokoh capres pilihan saya itu nanti bisa menghadapi semua masalah itu? Seorang diri? Hanya mengandalkan kepopuleran fenomena karakternya? Apa bisa mengalahkan beribu Dasamuka yang kini sudah tidak lagi punya kepedulian tentang sesama apalagi untuk kemajuan bersama berbangsa dan bertanah-air?

Masing-masing partai membela kebenarannya sendiri. Kebenaran umum demi kemajuan bangsa disepelekan. Adu kekuatan masih pakai show of force tanpa kualitas. Bahkan lawan politik dianggap sebagai lawan ideologi. Padahal masih sama-sama satu bangsa dan berideologi sama. Ah, partai politik dimana pun sama saja. Hanya memperjuangkan merebut kekuasaan.

Sampai saat ini, saya belum memutuskan apakah mau nyoblos apa tidak. Seperti biasa, selalu nunggu hingga waktunya sudah mepet baru ambil keputusan. Kebiasan jelek ini masih saja aku pelihara hingga kini.*** (HBS)

5 thoughts on “Senangnya Terima Undangan Nyoblos dari PPLN Sydney

  1. Mau Tanya dimana saya mau nyoblos untuk pemilu 9 Juli ya?
    Saya di Brisbane
    Dulu2 milih golput tapi saya terkesan salah sayu calon setelah nonton via you tube dan ingin memilih untuk Indonesia Lebih Baik Thanks

    • Kalau di Sydney, kami dikirimi surat undangan oleh pihak konsulat, mbak Tintin. Tapi untuk pilpres ini saya kok belum terima surat undangannya. Dikontak saja konsulat Indonesia di Brisbane/Perth. Maaf nggak bisa kasih informasi lebih jelas. Salam.

      • Embassy kita memang sedikit katro, di tlp seribu x berdenging doang ga ada yang angkat, ga di Indo ga di Australia KO perilaku Indo banget Nya masih berlaku ya haha padahal suda di Australia haha ga belajar2 juga
        Tertarik untuk milih karena benar2 empati dengan sosok Jokowi, saya ga tau apa jadi Nya klo Wowo menang!!! Pasti balik ke Jaman Suharto had ooohhh Salam dari Brisbane.

      • Baru tahu tow kalau mentalitas pejabat kita sama saja di manapun berada? Makanya perlu reformasi birokrasi. Jokowi kita perlukan untuk mengobrak-abrik mentalitas pejabat yang sok dan nggak menganggap rakyat itu. Kalau Jokowi kalah, mungkin keadaan akan gini-gini saja.
        Salam juga dari Sydney, mbak Tintin.

  2. Eh pemilihan Presiden harus daftar dulu via web ini link Nya pemilusydney.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s