herrybsancoko

Kumpulan tulisan

DISIPLIN

Leave a comment

Tidak banyak orang yang suka kedisiplinan. Aku maklum. Karena disiplin itu banyak tidak enaknya.
Kemarin saat kerja, aku lupa bawa rokok. Kerja delapan jam tanpa udut benar-benar siksaan. Kalau diniati sih nggak apa. Karena aku pernah nggak merokok sehari. Meski gelisah tapi masih bisa aku atasi. Lha ini, tak terencana.
Gara-gara terlambat bangun dan tergesa-gesa berangkat, keliru kusahut bungkus rokok yang sudah habis, tak ada isinya alias kosong melompong. Tahunya ketika “break” habis makan, kuambil bungkus rokok dari saku celana. Pisuhku ndrindil ae ketika kubuka tak ada isinya. Masih nggak percaya. Semacam reflek aku kocak-kocak, aku rogohi pakai jari bungkus rokok itu dari sudut ke sudut. Tetep ae kothong isine. Aku clingukan, mataku jelalatan pingine nemu tegesane wong liyo sing sik dawa. Lumayan nggo nyambung nafas. Ora ana. Modar tenan. Menyesal sekali, kok tidak segera kubuang bungkus rokok kosong itu ke tempat sampah atau setidaknya aku untel-untel ben ora kliru karo sing sik wutuh.
Aku jadi teringat sama si Rahman, Prasojo, Sulis anak tetangga dekat kost-ku dulu saat kuliah. Mereka mau saja aku suruh untuk belikan rokok di warung pinggir jalan dekat kost dengan upah ala kadarnya. Baru kusadari kini, betapa berjasanya mereka itu buatku.
Toko yang jualan rokok tak ada yang dekat dengan tempat kerja. Jalan kaki pulang pergi perlu waktu sekitar 15 menit. Naik mobil bisa tambah lama, karena cari tempat parkir dan banyak jalan yang searah. Repot tenan. Aku termasuk orang yang sok suka disiplin. Kalau waktu “break” setengah jam ya setengah jam. Nggak pernah molor. Mau minta rokok sama teman sekerja, si perokok itu lagi nggak masuk kerja. Cuma segelintir orang perokok di tempat kerjaku. Salah sendiri, kenapa tak disiplin buang bungkus rokok kosong, nggak disiplin untuk bangun tepat waktu.
Di Sydney memang tidak semua warung boleh jualan rokok. Aturannya cukup keras. Kalau ijin bisnisnya jualan barang kelontong ya jualan barang kelontong. Kalau warungnya jualan nasi, ya jualan nasi. Kalau ijin bukanya dari jam 9 pagi hingga jam lima sore ya tidak boleh molor. Bisa kena sanksi kalau dilanggar. Didenda atau dicabut ijin bisnisnya. Tidak ada yang berani jualan rokok eceran di bawah meja. Kabeh disiplin. Aku sing kecut terus mbayangke ribuan warung kaki lima di tanah air.
Waktu liburan ke Newcastle, jalan tol sepanjang 171 km ya nggak ada lapak pinggir jalan. Padahal sepanjang jalur tol itu di pinggirnya banyak tanah kosong, luas dan datar. Kok nggak ada segelintir pun orang yang bukak lapak jualan degan, tahu taqwa, keripik, kacang, sega buntel kayak di tanah air. Apalagi warung kopi. Nggak ada. Jalan sepi dari lapak orang cari uang receh. Wong edan sing mlaku-mlaku siji wae yo ora ana. Kecut tenan.
Disiplin itu tidak enak. Enak sing isa sak karepe dewe. Sing isa sak kepenake dewe. Sing isa sak senenge dewe. Sing isa nggolek benere dewe. Budal mulih ora sah pamit. Pingin dolan ya mak blas dolan. Yen pingin dodolan yo dodolan. Mbuh apa sing didol. Pokokke dodolan.
Ketidak-teraturan itu kepenak. Banyak hal bisa dibengkak-bengkokkan. Tidak ada yang baku. Kalau ada pertanyaan juga gampang jawabnya karena nggak ada jawaban baku. Tak ada yang bisa dijadikan pegangan. Kalau sudah dijawab nggak akan dikejar. Beres. Kalau dikejar, masih tersisa ribuan jawaban lainnya yang bisa dicomot dari ketidak-teraturan itu. Atau nggak usah dijawab. Didiamkan saja. Biar dicari sendiri jawabannya. Wong memang nggak ada aturannya. Bertanya pun jadinya percuma. Karena jawabannya pasti juga sekenanya.
Disiplin itu ketat aturannya. Melenceng dikit ketahuan. Menyimpang dikit jadi pertanyaan. Kalau ada pertanyaan dan asal dijawab pasti ketahuan belangnya. Karena jawaban yang asal-asalan itu gampang diraba. Pasti keluar dari pakem. Pokokke disiplin iku ora kepenak. Ora bebas blas. Aeng-aeng aturanne. Ora isa nggo slinthutan.
Karena kedisiplinan, aku jadi korban dari kedisiplinan itu. Cangkemku kecut sedino blek.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s